Cyndy ku Sayang..

Standar

Halo! Teman- teman.. Perkenalkan namaku Casie Anisa. Aku mempunyai adik, namun aku sangat malu mempunyai adik itu. Mau tahu kenapa aku malu sama adikku? Baca saja ceritaku..

Pada saat itu, adikku mengalami kecelakaan kendaraan, sehingga dia harus diamputasi bagian kakinya. Saat itu aku menangis meraung-raung. Aku tak kuasa melihat adiku yang lucu itu harus diamputasi. Tapi, aku berusaha tegar untuk menahannya. Aku sangat malu karena adikku seperti itu. Setiap ada temanku pasti aku selalu menguncinya didalam kamar.

Tok! Tok! Tok! Ada yang mengetuk pintu kamarku. “ Masuk!” Ternyata adikkulah yang masuk, aku  memberikan muka masam pada adikku. “ Ngapain kamu disini?!? Nggak punya kerjaan lain apa !! Ganggu orang aja !!” Bentakku. Adikku langsung meminta maaf. Disisi lain aku pun tak tega untuk membentaknya, namun ntah mengapa aku sangat membenci adikku “ Maaf kak, aku hanya mau mengantar makanan untuk kakak. Aku ganggu ya kak, maaf ya kak. “ ucap  adikku sembari menutup pintu. Aku pun menangis sedih. “ Mengapa?? Mengapa?? Aku harus membenci adik yang tak punya dosa?!?!?! “

Besok, tepatnya tanggal 05 Februari 2009. Adalah hari yang paling menyenangkan dalam hidupku. Yaitu ULANG TAHUNKU. Aku selalu menanti-nantikan hari ini. Namun, saat mengingat adikku aku langsung tak bersemangat. Harusnya Cyndy tidak perlu keluar kamar, karena pastinya teman-temanku akan datang kesini. Akupun keluar kamar. “ Pagi kak, Selamat Ulang Tahun ya kak.. Semoga semakin pintar,cantik,baik,dan menurut kepada mamah dan papah. “ Kata Cyndy. Kata-kata itu semakin membuatku sedih. Bagaimana tidak? Aku sama sekali tak pernah mengucapkan kata-kata itu kepada Cyndy. Namun, dia mengucapkannya begitu tulus. Oooh, aku tak kuasa, aku langsung memeluk adikku Cyndy. Cyndy juga menangis. “ Cyndy.. maafkan kakak ya. Kakak tidak bisa menjadi kakak terbaik untuk Cyndy. Kakak selalu membentak Cyndy.. Maafkan kakak ya sayang.. “ Tangisku langsung pecah. “ kakak nggak salah apa-apa kok kak.. Kakak malah hebat bisa mengomentari sikap Cyndy, walaupun agak membentak. Aku mengira kakak mengajarkan ku dengan tegas kak.. “ Cyndy memaafkan. Kamipun berpelukan dengan saling kasih sayang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s